Yang Sering Ditanyakan Seputar Domba & Aqiqah
| Article Index |
|---|
| Yang Sering Ditanyakan Seputar Domba & Aqiqah |
| Page 2 |
| Page 3 |
| All Pages |
I. Kenapa Lebih Memilih Domba dari Pada Kambing
Kalau mengenai pendapat ini, hal ini sangat subjective tapi dari opini kami dari Saung Domba adalah sebagai berikut :
1. Dagingnya untuk di masak jauh lebih empuk dan enak.
Ini sudah terbukti dari potongan kami atas ternak yang sudah lebih dari 3 tahun namun tetap lembut, bukan hanya itu secara serat lebih halus dan mudah masak, makanya tidak heran banyak tukang sate yang lebih memilih domba di bandingkan kambing. Sebut saja beberapa tukang sate yang anda tahu, pasti dia menggunakan daging domba, kami tahu beberapa tukang sate kambing yang secara nama menggunakan nama sate kambing namun pelaksanaannya menggunakan domba. Namun tidak etis bagi kami untuk menyebutkannya di dalam artikel kami, takutnya hal tersebut menjadi rahasia perusahaan.
2. Tingkat air di dalam kandungan daging domba lebih sedikit.
Hal ini terbukti dari hasil penelitian izi yang dilakukan oleh Dept GIZI DEPKES RI, dimana domba memiliki 66,3 sementara kambing 70,3, hal ini yang acap kali mempengaruhi penyusutan dan karkas yang di dapat dari pemotongan hewan ternak (namun ini juga di pengaruhi pakan ternak). Hal ini memberikan kita bukti bahwa memang karkas yang didapat dari domba jauh lebih banyak di banding karkas yang dihasilkan oleh kambing.
3. Tingkat umur penggunaan domba dan kambing.
Kalau kita lihat dari umur penggunaan ternak disebutkan bahwa untuk kurban domba memiliki batasan umur yang lebih baik di bandingkan kambing dimana :
- Domba qibas/Amlah : 1 Tahun.
- Kambing jawa (kacangan) : 2 Tahun.
Di sini membuat kita pengguna domba lebih mudah dalam memilih ternak, karena batasan umur domba yang lebih muda untuk dikurbankan.
4. Harga domba lebih murah dibanding kambing
Harga di dunia KADO (Kambing Domba) sering kita sebut sebagai dunia yang bias. Karena sebagai contoh saja pada saat memilih ternak ke tukang kambing apakah anda akana menanyakan berat dll? Pasti tidak! Namun yang anda lihat hanya perawakan/paras dan gaya dari si ternak. Hal ini memang menjadi lumrah karena memilih ternak buat kurban juga memiliki faktor subjektivitas dan kepuasan tawar menawar. Namun secara real sebenarnya harga kambing disaat lebaran jauh lebih mahal dibandingkan dengan domba, sebagaimana hal ini terlihat kita ambil contoh :
- Untuk berat 28 – 32, Saung Domba hanya menjual dengan harga Rp 1.315.000 (tahun 2010). Namun untuk kambing jawa menembus angka Rp 1.600.000 sampai 1.700.000 (sangat bergantung pada saat menawar).
- Untuk berat 33 – 37, Saung Domba hanya menjual dengan harga Rp 1.575.000 (tahun 2010). Namun untuk kambing jawa menembus angka Rp 1.750.000 sampai 2.000.000 (sangat bergantung pada saat menawar).
Hal ini menurut kami memang untuk beberapa tahun ini wajar mengingat :
- Kambing dengan ukuran yang sama dengan domba memiliki perawakan yang lebih tinggi (karena kambing besarnya meninggi) sementara domba semakin besar dia semakin kesamping bukan ke atas.
- Kambing lebih terkenal di Jakarta dibandingkan domba.
- Ada paradigma tertipu pada domba dengan bulunya yang tebal (padahal secara logika berapa maksimal berat bulu dari domba).
Itulah beberapa alasan kenapa kambing lebih mahal dibanding domba. Sementara niat kita adalah untuk berkurban dan membagikan daging sebanyak mungkin kepada kaum yang membutuhkan, lalu kenapa tidak dengan duit yang sama kita bisa mendapatkan daging yang lebih banyak.
5. Qibas (domba ekor gemuk), lebih mendekati akan hewan kurban pengganti didalam Al-quran.
Sebenarnya ini sangat subjektif ke perorangan saja. Namun bagi kami, bila kita memiliki dana yang terbatas, atau dengan kata lain memutuskan untuk memotong kelas domba atau kambing, maka bagi kami akan lebih mendekati dengan apa yang di lakukan nabi dengan melakukan prosesi dengan menggunakan domba. Hal ini karena pada waktu akan menyembelih Nabi Ismail sa, ternak yang digantikan oleh ALLAH SWT adalah Qibas atau dengan kata lain adalah domba ekor gemuk. Sementara ada salah satu blog juga yang menuliskan bahwa lebih afdhal urutan domba dibandingkan dengan kambing, beberapa kami kutip dari blog itu adalah sebagai berikut :
Ta’rif (pengertian) Udhiyah atau Dhahiyyah adalah nama atau istilah yang diberikan kepada hewan sembelihan (unta, sapi, kambing atau domba) pada hari Iedul Adha dan pada hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) dalam rangka ibadah dan bertaqarrub kepada Allah Shubhaanahu wa ta’ala.
Urutan Udhiyah yang afdhal :
1. Seekor unta dari satu orang
2. Seekor sapi dari satu orang
3. Seekor domba dari satu orang
4. Seekor kambing biasa dari satu orang
5. Gabungan 7 orang untuk seekor unta
6. Gabungan 7 orang untuk seekor sapi
Sumber : http://abuthalhah.wordpress.com/2009/11/18/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-panduan-qurban/
Adapun bagi yang berkorban dengan seekor kambing atau domba, yang paling utama adalah seperti yang pernah dijadikan korban oleh Rasulullah saw, “Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah saw memerintahkan menyembelih domba yang bertanduk baik, dan sekitar kaki, perut dan matanya berwarna hitam. Kemudian didatangkan kepada beliau, lalu disembelih.” (HR. Abu Daud). Sumber: http://inerirtup.blogdetik.com/2009/11/26/keutamaan-qurban/
6. Domba secara fisik lebih baik dari pada kambing.
Domba yang memiliki beberapa kriteria seperti berbulu lebat dan bertanduk panjang, rupanya lebih baik bagi si pelaksana kurban hal ini sesuai dengan sabda Rasul yang mengatakan
a. Sabda Rasul; “maa lanaa minha?”, tanya sahabat, Rasulullah menjawab :”bi kulli sya’ratin hasanatun”, artinya “pada setiap helai bulu ternak yang dikurbankan itu, untukmu ada kebaikan” (HR.Ahmad dan Ibnu Majah).
b. Sabda Rasul; “maa ‘amal ibnu Adama yauman-nahri ‘amalan ahabba ila^llahi min hiraaqati damin, wa innahu lata’tii yaumal qiyamati bi qurunihaa wa adzlaafihaa wa asy’arihaa; wa inna^ddama layaqa’u minal^lahi bi makaanin qabla an yaqa’a ‘alaal-ardhi, fa thibuu bihi nafsan”, artinya “tidak ada satu amalan anak cucu Adam yang paling disenangi Allah dihari nahar (hari raya kurban) adalah menumpahkan darah menyembelih hewan kurban. Kurban itu akan mendatanginya di hari kiamat lengkap dengan tanduk, kuku dan kulit (bulunya). Darah dari hewan yang di kurbankan itu telah diletakkan Allah pada satu tempat (terpilih) sebelum tertumpah ke bumi, maka bahagiakanlah diri-diri (orang yang berkurban) itu” (HR.At Turmudzi dan Ibnu Majah). Sumber : http://www.scribd.com/doc/19591813/Refleksi-Ibadah-Qurban
II. Secara Definitif perbedaan Kambing Dan Domba
Dalam bahasa Inggris, daging kambing disebut sebagai mutton. Kalau di restoran India atau Pakistan Anda menemui mutton curry, maka itulah yang benar-benar kambing. Kare kameng kalau bahasa Acehnya, alias kari kambing.
Domba atau biri-biri disebut lamb. Bila Anda memesan lamb chop di restoran, maka yang datang adalah daging domba yang biasanya dipotong di bagian iga dan masih disertai tulangnya. Direstoran Timur Tengah juga sering tertulis di menu lamb shank yang artinya paha atas domba - biasanya dimasak utuh dalam penyajian mandhi atau madbhi.
III. Mitos Domba Lebih Prengus dibanding Kambing
Pandangan ini yang masih beredar saat ini di kalangan konsumen, dimana menganggap domba lebih prengus di banding kambing. Kami sebagai peternak domba yang insya Allah berkapasitas 300 ekor secara harian dapat menyimpulkan bahwa kambing itu lebih prengus dibandingkan domba. Ini terbukti dari tingkat bau yang dihasil peternak raykat yang ada 2 -3 ekor jauh lebih bau dibandingkan dengan peternakan Saung Domba yang jauh lebih banyak. Itu pengalaman kami dari perbedaan bau ternak pada saat hidup. Bukan hanya itu kami setiap bulannya sudah mengeluarkan domba potong untuk beberapa pelanggan kami. Dan Alhamdulilllah belum ada keluhan yang kami terima dari pelanggan kami, baik dari tukang sate, pelanggan akikah, dan restoran serta catering kami.
Namun kami takut opini Saung Domba di atas akan terlihat sepihak. Karena itu saya coba kumpulkan beberapa opini dari teman-teman penikmat kuliner domba, beserta sumber linknya :
”Kalau diamati secara fisik maka serat daging domba tidak jauh berbeda dibandingkan dengan daging kambing. Namun, biasanya warna daging kambing lebih pekat dan aromanya lebih menyengat (orang Jawa bilang prengus) dibandingkan dengan daging domba. Jadi adalah mitos bila daging Domba lebih menyengat dibandingkan Kambing. Selain itu, lemak kambing lebih putih dan keras.” (http://www.facebook.com/topic.php?uid=16139922625&topic=4917)
”Sebenernya, hanya mitos bahwa daging domba itu lebih prengus dari daging kambing. Daging domba juga lebih cepat empuk dimasak daripada daging kambing.” (http://bundaathira.multiply.com/journal/item/94)
”Sejak awal mula Mbah Margo (warung sate gulai mbah margo) memilih daging domba, bukan daging kambing. Menurut Mbah Margo aroma daging domba (wedhus gembel) tidak terlalu prengus dibandingkan kambing (wedhus jawa).” http://www.tembi.org/suguhan/20090302/index.htm
”Sebuah perbincangan menarik yang terjadi antara diri penulis dengan kang Eka sebagai salah satu koki terbaik dari restoran Republik Kuliner Bandung di tengah waktu istirahat pengambilan gambar liputan asal usul Trans7 di Villa Domba, ”Kang, punten nih saya mau nanya, akang sebagai koki apakah bisa membedakan mana yang daging domba dan mana yang daging kambing?” tanya penulis kepada kang Eka. ”Ya bisa atuh, dari baunya aja udah kecium, daging kambing lebih prengus dibandingkan domba.” demikian jawabnya. ”Ooooh, kalau begitu betul atuh bila domba yang punya daging akan tetapi kambing lah yang lebih punya nama.” sambut penulis.” http://dombagarut.blogspot.com/2009/01/sang-koki-berkata.html
Diperbarui ( Rabu, 10 Nov 2010, 02:25 )









