Auto Translation
English Arabic Chinese (Simplified) Danish Dutch Finnish French German Hindi Italian Japanese Korean Portuguese Russian Spanish Swedish Indonesian Hungarian Thai Turkish
Saung Domba Update
Produk Saung Domba


Saung Domba on Media
Partner Sponsor


Beranie Gagal! Motivate Yourself!
Games Peternakan Domba
Kirim Pesan
Daftarkan Email Anda
Silahkan masukan Nama & Email Anda untuk mendapatkan info terbaru dari Saung Domba
Nama:
Email:
Saung Domba Online

(Stok & Harga Domba)


(Saung Domba & Info Domba)

Info Marketing & Produk :
021 786 3834
021 9425 0738
Harga Bibit Domba :
0821 1306 7334
info@saungdomba.com

Hari kerja : Senin - Sabtu
Jam kerja : 08.30 - 17.00 WIB

Page Ranking Tool
Saung Domba @ Android

Follow Us @ Twitter
Jemput Rezeki Anda!
Komentar Terakhir
  • Dear Mas Fajar, Mas bisa lihat dan order di www.w... Lanjut...
    21.07.14 08:49
    Oleh : doddy domba
  • bagaimana cara untuk mendapatkan dan harganya bera... Lanjut...
    20.07.14 00:35
    Oleh : fajar
  • Attractive section of content. I just stumbled upo... Lanjut...
    18.07.14 19:09
    Oleh : Marcelino
  • This is really interesting, You are an overly prof... Lanjut...
    17.07.14 04:23
    Oleh : Coleman
  • Hi my loved one! I wish to say that this article i... Lanjut...
    16.07.14 02:52
    Oleh : Geraldo
We have 19 guests online
mod_vvisit_counterHari ini155
mod_vvisit_counterKemarin1000
mod_vvisit_counterMinggu ini2080
mod_vvisit_counterMinggu lalu6011
mod_vvisit_counterBulan ini18810
mod_vvisit_counterBulan lalu25558
mod_vvisit_counterTotal visit813412

23 Juli 2014
Saung Domba International
Article Index
Domba Garut, Peluang Usaha Membidik Pasar Lokal & Dunia
Page 2
All Pages


Seorang peneliti utama lulusan Jepang dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika – Bogor, Dr. Ir. Mesak Tombe, saat ini berhasil menemukan teknologi yang sudah mendapatkan hak paten untuk meningkatkan kualitas pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran ternak, teknologi tersebut dinamakan Bio Triba. Dikemas dalam bentuk formula cair dengan kandungan mikroorganisme B. Pantotkenticus strain J2 dan T. Lactae strain TB1.

Teknologi yang ditemukan Dr. Ir. Mesak Tombe sangat membantu dalam proses pematangan kotoran ternak menjadi pupuk organik antara periode 1 – 2 minggu.

Pilihan Sektor Usaha Peternakan
Tidak hanya itu, teknologi ini juga dapat diaplikasikan pada pengolahan limbah organik pasar dan rumah tangga. Kelebihan lain teknologi ini adalah dapat berperan pula sebagai bio fungisida untuk pengendalian penyakit pada tanaman. Adalah tepat bila sektor usaha peternakan dan pertanian memang harus saling bersinergi.

Terlebih lagi saat ini petani dalam posisi sulit diantara kenaikan biaya produksi sebagai akibat harga pupuk yang terus melambung, di sisi lain petani tidak bisa seenaknya menaikkan harga jual sehingga perolehan pendapatan semakin menipis. Terbesit gagasan pula untuk mengkombinasikan ternak Domba Garut dengan sektor perikanan air tawar. Design kandang ternak domba dibuat panggung di atas kolam ikan.

Secara segmentasi pasar lokal, Domba Garut memiliki potensi pasar yang multi user. Seperti yang disampaikan oleh Agus Ramada selaku Direktur Utama Eka Agro Rama sebagai perusahaan agribisnis yang concern dalam usaha ternak Domba Garut dan pertanian organik. Dan ini yang menjadikan hewan ternak Domba Garut layak untuk dikembangkan sebagai pilihan dalam sektor usaha peternakan.

Potensi pasar terbesar pertama adalah hewan ternak Domba Garut untuk memenuhi kebutuhan tahunan ibadah kurban. Kemudian menyusul kebutuhan konsumsi daging harian baik itu rumah tangga, restoran dan warung sate. Selanjutnya adalah kebutuhan aqiqah, dan terakhir adalah penghobi yang selalu mencari bibit Domba Garut jantan unggulan.

Penjelasan Dr. Ismeth Inounu, peneliti utama bidang pemuliaan dan genetika dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak – Deptan RI), yaitu pada kunjungannya ke lokasi peternakan Domba Garut Eka Agro Rama, kabupaten Bandung, provinsi Jawa Barat bulan April lalu, pemerintah saat ini memberikan perhatian serius untuk pengembangan sektor usaha pembibitan dan perbanyakan hewan ternak domba serta kambing antara lain Domba Garut.

Tidak hanya program pemuliaan galur murni untuk mengembalikan kualitas terbaik hewan ternak Domba Garut, akan tetapi program pengembangan domba komposit untuk dapat menghasilkan keturunan ataupun bibit unggulan baru juga sedang giat dilakukan. Berbagaimacam penemuan teknologi terkait reproduksi ternak domba terus dikembangkan untuk mempermudah upaya produksi dan perbanyakan domba berkualitas, sebagai contoh teknologi laserpuntur dan suntik hormonal yang akan sangat bermanfaat untuk sinkronisasi birahi dan perkawinan massal.

Keberhasilan perkawinan domba lokal Sumatera dengan domba St. Croix dari Virgins Islands dan domba Barbados, kemudian Domba Garut dengan domba St. Croix serta Domba Moulton dari Prancis, adalah program pengembangan domba komposit yang berhasil dilakukan oleh Puslitbangnak – Deptan RI dari aplikasi penemuan teknologi tersebut.

Tidak hanya sebatas itu, di lokasi peternakan Eka Agro Rama juga telah berhasil program pengembangan domba komposit berupa perkawinan Domba Garut betina dengan Domba Suffolk pejantan dari Inggris, kemudian Domba Garut betina dengan pejantan Merino – Australia yang telah menghasilkan kualitas anakan dengan harapan akan jauh lebih baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi daging. Adalah Alam Yanuardi selaku Direktur Operasional yang dengan tangan dinginnya berhasil menjalankan program pengembangan domba komposit tersebut.

Dalam pengembangan usaha ternak Domba Garut maka Eka Agro Rama tidaklah bergerak seorang diri. Terlebih dengan potensi menembus peluang pasar lokal dan dunia yang masih cukup besar. Dirintis pula upaya kerjasama mulai dari sektor hulu sampai dengan sektor hilir untuk dapat mencapai tujuan usaha ternak yang diinginkan. Salah satu rekanan kerjasama yang senantiasa membantu Eka Agro Rama dalam pengembangan usahanya antara lain adalah Kampoeng Ternak – Dompet Dhua’fa Republika. Eksistensi Kampoeng Ternak – Dompet Dhua’fa Republika patut diacungi jempol dalam pengembangan sub sektor usaha peternakan domba kambing di Indonesia.

Program Tebar Hewan Kurban dan 1000 Aqiqah yang sedang dijalankan oleh Kampoeng Ternak tidak hanya bertujuan untuk memajukan usaha ternak domba dan kambing di Indonesia, akan tetapi bertujuan pula untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam kebutuhan konsumsi daging domba. Seperti yang dijelaskan Purnomo, SPt selaku Direktur Kampoeng Ternak – Dompet Dhua’fa Republika. Eka Agro Rama sendiri saat ini lebih terfokus bergerak dalam sektor usaha pembibitan dan perbanyakan Domba Garut. Penyediaan Domba Garut berkualitas untuk kebutuhan kurban, aqiqah, restoran sampai dengan warung sate kaki lima adalah menjadi impian Kami, ucap Agus Ramada.

Mengundang Devisa Negara
Dengan stok populasi Domba Garut yang semakin terbatas akibat banyak peternak yang enggan untuk membibitkan domba, Eka Agro Rama menerapkan sistem ban berjalan dengan penjualan Domba Garut lepas sapih. Domba Garut betina unggulan adalah mesin produksi dalam usaha ternak yang dijalankan. Namun tentunya usaha ini sangat memerlukan pula kerjasama dengan berbagai pihak baik itu dibidang produksi dan juga pemasaran.

Tidak mungkin selamanya Eka Agro Rama menambah kapasitas kandang dengan luas lahan yang terbatas. Peranan organisasi himpunan (HPDKI) di sini memiliki kontribusi yang besar untuk memetakan dan membina potensi jaringan produksi yang ada di mana selanjutnya dapat diarahkan pula kepada pintu pemasaran yang tersedia. Eka Agro Rama melalui kegiatan pelatihan yang diadakan bersama Agromania dan juga Kampoeng Ternak akan senantiasa mencari peternak-peternak baru yang tertarik dalam usaha pengembangan Domba Garut.

Tidak hanya sekedar pelatihan, fungsi pendampingan dan bimbingan teknis budidaya serta akses pintu pemasaran juga menjadi bagian penting dari kegiatan pasca pelatihan. Di mana selain itu harus dirangkul pula media informasi sebagai public soundingsetiap program usaha peternakan yang dimiliki, tegas Agus Ramada. Peran Puslitbangnak bersama balai-balai yang ada dan dinas peternakan provinsi setempat sebagai basis ilmu pengetahuan juga tidak boleh diabaikan, hal ini amat diperlukan sehingga peternak tidak akan buta terhadap aplikasi teknologi terbaru.

Tidaklah kecil tentunya pendapatan devisa negara yang dapat diperoleh dari pengelolaan usaha ternak Domba Garut intensif. Terlebih dengan potensi pasar kebutuhan daging domba di kawasan Timur Tengah sebanyak 30 ribu ekor tiap minggunya. Bukan pekerjaan yang ringan dan mudah tentunya, akan tetapi bisa menjadi suatu peluang usaha yang menjanjikan bilamana kita mau mulai berpikir dan bergerak ke arah sana. Long journey is begins with the small step. Salam Peternak Domba Sehat!


Oleh : Agus Ramadas

 



Jika Anda suka, bagikan artikel ini ke teman Anda. Terima kasih..

Tambah Komentar

Kode keamanan
Perbarui