Standarisasi Domba Garut
Domba Garut merupakan salah satu asset plasma nutfah yang dimiliki Jawa Barat yang cukup penting yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.
Perkembangan pemeliharaan Domba Garut mengarah pada 2 sasaran utama, yaitu sebagai penghasil daging (tipe daging) dan sebagai ternak fancy, untuk kesenangan atau hobi, sasaran yang terakhir ini kemudian dikenal dengan Domba Garut tipe tangkas atau domba laga/domba aben.
Upaya untuk memaksimumkan potensi domba garut diawali dengan inventarisasi berbagai sifat kualitatif dan kuantitatif yang dimiliki sebagai bahan dasar dalam melakukan standarisasi domba garut (Hasil kerjasama Dinas Peternakan dengan Fapet UNPAD) adalah sebagai berikut :
1. Rataan sifat-sifat kuantitatif domba garut Jawa Barat
| Parameter | Jantan | Betina |
| a. Bobot Badan | 57,74 ± 11,96 kg h | 36,89 ± 9,35 kg |
| b. Panjang Badan | 63,41 ± 5,72 cm | 56,37 ± 4,58 cm |
| c. Lingkar Dada | 88,73 ± 7,58 cm | 77,41 ± 6,74 cm |
| d. Tinggi Pundak | 74,34 ± 5,84 cm | 65,61 ± 4,85 cm |
| e. Lebar dada | 22,08 ± 8,21 cm | 16,04 ± 2,05 cm |
2. Rataan sifat-sifat kualitatif domba garut Jawa Barat
| Parameter | Jantan | Betina |
| a. Karakteristik warna bulu (dominan) | Kombinasi warna hitam putih sebesar 80% | Kombinasi warna hitam putih sebesar 75% |
| b. Motif bulu (dominan) | - Hitam (19,83%) - Belang sapi (14,88%) |
- Hitam (20,55%) - Belang sapi (14,26%) |
| c. Motif tanduk |
- Gayor (51,65%) - Ngabendo (17,36%) - Leang (16,53%) |
|
3. Rataan karakteristik Domba Garut Jawa Barat
- Rataan tipe kelahiran pada domba garut yang terbanyak adalah tipe kelahiran twin (58,82%), sedangkan tipe kelahiran tunggal (21,39%), triplet (17,38%), kuartet (1,60%), dan diatas empat (0,80%).
- Rataan distribusi kelas pada Domba Garut yang terbanyak adalah kelas C yaitu 36,36%, kelas B dan D (22,73%) serta kelas A (18,18%).
4. Rekomendasi untuk pemilihan bibit.
- Jantan 56 kg dengan tinggi 72 cm
- Betina 32 kg dengan tinggi 66 cm
Sumber: www.disnak.jabarprov.go.id









