Lebaran Iedul Fitri telah lewat, mudah-mudahan kita semua telah kembali kepada fitrahnya. Sebuah event dunia yang membawa berkah dan rezeki kepada semua umat muslim di dunia terlebih kepada semua perusahaan makanan, minuman, parcel, kartu lebaran ataupun sembako yang mendapatkan peningkatan penjualan berlipat ganda dari hari-hari biasanya. Namun masa para penikmat keuntungan fantastis Iedul Fitri telah lewat, sekarang mereka sedang menikmati hasilnya  dan mempersiapkan usahanya untuk dapat menikmati keuntungan yang lebih besar lagi pada saat Iedul Fitri tahun depan.

Sekarang giliran kita, anda ataupun saya para peternak dan pedagang musiman untuk menghadapi  Iedul Adha yang telah didepan mata, yaitu penjualan hewab qurban khusunya domba dan kambing. Untuk itu mari persiapkan strategi yang baik untuk meraih untung yang menggiurkan dan bukannya buntung dari momen Iedul Adha yang akan menghampiri kita.

Pada dasarnya penjual hewan qurban yang ikut dalam dalam meraup pasar Iedul Adha banyak sekali, namun jika kita bisa mengelompokkan mereka, maka kita bisa simpulkan bahwa ada 4 tipe penjual yang ikut dalam persaingan merebut pasar qurban yang sebegitu banyaknya antara lain :

1. Peternak Profesional

Adalah peternak domba/kambing yang profesinya sebagai peternak domba/kambing baik yang  menjalankan peternakannya untuk menyediakan ternak Iedul Adha ataupun yang menganggap Iedul Adha hanya sekedar bonus dari usaha harian yang biasa mereka lakukan.

2. Petani Tradisional/Peternak Rumahan

Adalah masyarakat yang sengaja memelihara ternak di rumahnya sebagai tabungan untuk di jual pada saat Iedul Adha tiba.

3. Pedagang Musiman

Adalah penjual hewan qurban domba/kambing yang mengambil ternak dari beberapa sentra ternak baik petani, peternak ataupun pengepul dan mendapatkan untung dari selisih harga yang di dapatkannya. Biasanya ternak akan datang ke pedagang musiman dalam H-7 sampai dengan  H-3.

4. Peternak Musiman

Adalah peternak sekaligus penjual hewan kurban domba/kambing yang memelihara dalam jangka waktu tertentu (biasamya 3 – 4 bulan sebelum hari H) untuk mendapatkan pertumbuhan bobot dan harga yang lebih murah yang akan mulai melakukan penjualan pada saat hari H-7.

Saya yakin semua penjual di atas sudah tahu mengenai strategi usaha untuk bagaimana mendapatkan untung yang baik dari event ini. Namun bagi anda yang hendak berkecimpung dan meraih untung maka persiapkanlah diri anda dengan baik, agar usaha anda benar-benar mendapatkan untung yang menggiurkan dan bukannya buntung.

Besarnya peluang ini tidak jarang membuat anda, saya dan teman-teman lain secara besar-besaran dengan hitungan di dalam kertas langsung masuk menjadi pedagang dengan hanya perhitungan kasar yang sangat menggiurkan. Dan tak ayal pula hanya memperhitungkan penjumlahan selisih jual dan beli yang dikalikan dengan jumlah barang yang terjual.

Apakah pemikiran ini salah? Tentunya tidak, hanya saja jika pemikiran dan besarnya peluang ini tidak dimanfaatkan dengan baik dan benar maka bukan untung yang akan di raih malah sebaliknya buntung bagi keuangan anda. Untuk itu marilah kita lihat beberapa modal dasar yang harus para pembaca miliki sebelum memasuki bisnis musiman ini

Berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir menjadi peternak yang juga ikut menikmati keuntungan dan berkah dari penjualan qurban Iedul Adha, maka ada beberapa asumsi mendasar yang harus dipikirkan dan dijaga saat awal kita memutuskan untuk ikut dalam berjualan hewan qurban domba/kambing dalam momen Iedul Adha ini antara lain yaitu :

1. Asumsikan bahwa ternak tidak terjual habis

Ini yang sering kali salah diasumsikan oleh para penjual musiman. Di mana mereka selalu mengasumsikan bahwa barang yang mereka belanjakan akan terjual semua dan benar-benar real hitungan keuntungan akan didapat sesuai harapan.

Pemikiran ini yang harus dirubah, ingatlah bahwa anda berjualan Domba/kambing qurban tidak sendiri. Oleh karena itu sangat mungkin dan sering kali terjadi bahwa ternak yang anda beli untuk di jual menyisakan 1, 2 bahkan 10 ekor. Unhtuk mengatasi hal ini maka sudah menjadi tugas anda untuk mencari buangan/lemparan dari ternak yang tersisa ini. Karena bila hal ini tidak dilakukan maka sisa ternak yang ada atau tidak terjual ini dapat menyedot semua keuntungan dari usaha yang kita lakukan bahkan membuat kita buntung. Sebagai gambaran sederhana, jika anda menjual ternak 1 ekor dengan keuntungan Rp 200.000 rupiah per ekornya, maka anda harus bayangkan berapa kemampuan anda untuk menanggung resiko barang tidak terjual, secara matematis kita ambil contoh :

  • Anda membeli 20 ekor jantan pada harga Rp 800.000
  • Keuntungan anda 200 ribu rupiah per ekor dengan harga jual Rp.1.000.000
  • Dari 20 ekor anda ini terjual 15 Ekor dan menyisakan 5 Ekor saja

Bila dengan asumsi diatas maka keadaan keuangan usaha anda akan tergambar sebagai berikut:

Dari hitungan di atas terlihat bahwa adanya ternak yang tidak terjual 1/3 saja bisa menyedot semua keuntungan dari penjualan yang kita lakukan. Untuk itu dalam perencanaan penjualan qurban Iedul Adha alangkah baiknya bila kita sudah mempersiapkan strategi jitu untuk mengelola barang yang tidak laku. Beberapa cara yang mungkin dilakukan adalah :

  • Mencari rekanan peternak Domba/kambing atau aqiqah maupun tukang daging yang bisa diajak bekerjasama untuk menampung terank sisa dengan harga yang saling menguntungkan.
  • Ternak yang kita jual untuk qurban adalah barang konsinyasi (titip jual dari peternak
  • Berjualan sesuai dengan pesanan.

Dengan melakukan kerjasama dengan peternak yang ada mungkin saja anda menjual rugi sisa ternak anda dengan setengah harga. Dengan kata lain dari 5 ekor tersisa anda menjual dengan harga Rp 500.000, dengan demikian anda tidak jadi kehilangan dana Rp 4.000.000 namun hanya Rp 1.200.000. Sehingga dengan untung anda Rp 3.000.000 dikurangi kerugian Rp 1.200.000 maka anda masih untung Rp 1.800.000.


2. Perhitungkan resiko kematian

Dalam usaha penjualan hewan qurban, produk yang kita tawarkan adalah benda hidup dan tentu saja resiko kematian itu selalu mengikuti di belakangnya. Dalam proses penyediaan hewan ternak perhitungkanlah resiko kematian, terlebih bagi para pemain baru yang belum punya pengalaman dalam merawat ternak dan ingin menyajikan dagangannya di dalam lapangan yang luas (lapak jualan) atau bukan habitat aslinya. Kedua hal ini yang menyebabkan resiko kematian semakin besar. Untuk itu buatlah biaya cadangan bila ternak jualan kita ada yang mati. Adapun untuk mengurangi resiko kematian, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain :

  • Carilah supplier dan sumber ternak yang bisa dipercaya (karena biasanya ternak dari supplier yang tidak bagus akan menyebabkan tingginya kematian dan tingkat penyusutan yang tinggi).
  • Pilihlah ternak ternak yang sehat dan bugar.
  • Pelajari dasar-dasar mengenai merawat Domba/kambing, serta carilah pegawai musiman  yang anda tugaskan untuk merawat Domba/kambing selama masa penjualan .
  • Carilah tempat menjual atau lapak penjualan yang dekat dengan sumber pakan utama seperti rumput.
  • Potonglah Domba/kambing apabila terlihat sakit dan sudah tidak bisa lagi untuk di sembuhkan. Lalu cari tempat-tempat yang mau menerima potongan anda tersebut. Hal ini penting untuk meminimalisir kerugian yang mungkin anda dapatkan. Persiapkanlah pihak-pihak yang mau menerima daging Domba/kambing tersebut.

 

3. Jangan memajang ternak terlalu lama di lapak

Lapak atau tempat berjualan memang merupakan salah satu faktor penentu yang juga mempengaruhi kesuksesan anda dalam menjajakan ternak jualan anda. Namun demikian bukan berarti lapak hanya akan membawa hal positif dalam anda berjualan hewan qurban. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan dalam menggunakan lapak sebagai sarana penjualan anda, yaitu :

  • Pembeli hanya akan mulai aktif membeli saat H-5 sampai dengan H-1. Jadi jangan membuka lapak terlalu lama, karena pembukaan lapak yang terlalu lama hanya akan menjadi pemborosan dan tidak efektif.
  • Perhitungkan faktor keamanan ternak. Tidak sedikit penjual domba/kambing qurban yang belum juga membuka bon pertamanya harus mengalami kerugian karena dirampok oleh para spesialis pencuri ternak qurban ataupun hipnotis. Hal ini biasanya terjadi di dini hari jam 3 – 5 pagi.
  • Bukalah lapak dalam waktu yang secukupnya dan baik. Karena sebenarnya semakin lama hewan berada di lapak penjualan semakin rusak atau jelek terank yang kita jajakan. Hal ini terjadi karena keterbatasan perawatan, air dan pakan yang sulit tersedia untuk ternak.

 

4. Pilih lapak yang strategis dan sama setiap tahunnya

Penentuan lokasi lapak merupakan hal yang sangat menentukan dalam melihat berapa banyak ternak yang terjual. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lapak adalah :

  • Jika memilih lapak yang di pinggir jalan raya besar, pilihlah lapak yang searah dengan arah pegawai pulang kantor, hal ini sangat mempengaruhi penjualan.
  • Lapak yang sudah anda pilih pertahankan setiap tahunnya sehingga customer anda tahu harus ke mana jika akan membeli ternak tahun depan..
  • Jika memang di pinggir jalan raya tidak mudah didapatkan, pilihlah yang di daerah sekitar perumahan dan belum banyak penjual domba/kambing qurban di sana atau sekitar mesjid perumahan.
  • Pilihlah lapak yang mempunyai keamanan dan sumber penerangan yang baik.

 

5. Masalah pengiriman ternak

Pengiriman ternak qurban merupakan salah satu hal penting dalam berjualan domba/kambing qurban. Untuk itu rencanakan dengan baik mengenai bagaimana mengirim ternak kepada konsumen. Kebiasaan yang terjadi biasanya konsumen meminta pengiriman di waktu yang bersamaan, sehingga ini merepotkan kita pada saat mengalokasikan waktu untuk pengiriman. Beberapa tips yang penting dalam pengiriman ternak :

  • Siapkan kendaraan pick up dengan menggunakan kayu keranda atau besi serta motor dengan menggunakan kantong di sisi-sisinya.
  • Dalam pengiriman untuk satu lokasi dengan zona yang sama atau ruang lingkup yang sama usahakan dalam hari yang sama.
  • Sebelum pengiriman mandikan ternak, berilah makanan yang cukup dan minuman penyegar seperti air gula merah.
  • Jika pengiriman ternak dengan menggunakan keranda/bilik bambu memang muat lebih banyak namun konsekuensinya ternak lebih kotor karena posisinya duduk. Pengiriman ternak menggunakan pick up dengan besi pengikat yang mengelilingi bak memang memungkinkan ternak akan bersih namun muatan ternak menjadi lebih sedikit. Dan bila pengiriman menggunakan motor lebih praktis dan cepat namun tidak mampu untuk jarak yang terlalu jauh dan tidak membuat elegan dalam pengiriman ternak.

 

6. Biaya pegawai dan pakan ternak

Dalam usaha ini jangan lupa untuk memasukkan ongkos pegawai. Biasanya yang terjadi adalah satu orang untuk menjajakan ternak dan satu orang lagi untuk perawatan ternak. Mengenai berapa besarnya biaya yang dibutuhkan sangat tergantung terhadap lokasi dan situasi lingkungan. Jadi hanya anda yang tahu perhitungan yang mungkin terjadi terhadap biaya-biaya yang terjadi selama perawatan di lapak.


7. Penipuan

Penipuan adalah momok yang menakutkan. Apabila anda memulai kegiatan penjualan ternak qurban yang harus anda lakukan adalah mengecilkan resiko sebanyak mungkin. Jangan sepenuhnya percaya kepada konsumen. Bila ada pelanggan yang hendak melakukan pemesanan banyak usahakan agar dana yang anda terima sudah mencapai ¾ dari jumlah pesanan. Hal ini sangat penting untuk menjaga usaha anda tetap berjalan dan untuk menghindari kerugian yang besar. Ingat! Bahkan pemain lama pun akan selalu hati-hati, karena modus penipuan akan berkembang setiap tahunnnya.

 

8. Harga ternak qurban bertanduk lebih bernilai dari pada ternak yang tidak bertanduk

Apakah domba/kambing dugul laku? Pertanyaan yang menarik. Domba/kambing dugul (tidak bertanduk) pun laku di pasaran. Hanya saja untuk menarik lebih banyak pembeli anda bisa memberi harga murah pada ternak dugul dibandingkan ternak tanduk. Karena ada beberapa konsumen (walaupun jarang) yang lebih mementingkan berat ternak dibandingkan penampilan/postur ternak. Hal ini hanya terjadi pada beberapa konsumen tertentu.

 

9. Resiko kematian pada saat pengiriman ternak qurban yang dijual

Resiko kematian pada ternak qurban yang dijual sangat mungkin, mengingat ternak yang dijual adalah benda hidup. Ada beberapa sebab ternak mengalami kematian pada saat pengiriman, antara lain :

  • Ternak sebelum pengiriman ke pelanggan sudah menunjukkan tanda-tanda lemas, lebih baik anda hubungi pelanggan anda  untuk menyarankan agar mengganti ternak qurbannya.
  • Selama pengiriman posisi ternak salah sehingga terhimpit diantara ternak-ternak lainnya/
  • Proses pengikatan ternak yang tidak benar sehingga leher ternak terikat terlalu kencang dan tercekik.
  • Menaikkan dan menurunkan ternak secara kasar ke atas kendaraan pengiriman dan juga cara mengemudi mobil pengiriman yang terlalu ugal-ugalan. Hal ini akan membuat ternak memar-memar dan tidak jarang menyebabkan kematian.
  • Ternak terjatuh dari atas kendaraan pengiriman dan menyebabkan patah tulang pada ternak.

 

10. Proses penurunan bobot pada saat ternak baru datang dan keluar

Ingat anda sedang berbisnis benda hidup, ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan bobot ternak :

  • Penurunan bobot saat ternak datang ke tempat anda
  • Susut karena diperjalanan dalam pengiriman ke tempat anda, kisaran 1 – 2 kg.
  • Susut karena permainan supplier bisa mencapai 3 – 4 Kg
  • Penurunan pada saat pengiriman ternak ke pelanggan.

 

Itulah beberapa asumsi mendasar dari saya. Masih banyak lagi asumsi lainnya yang juga bisa menjadi masukkan bagi anda sebelum masuk ke dalam bisnis musiman ini.

Semoga 10 poin mendasar di atas dapat menjadi pegangan dasar bagi para pedagang baru hewan qurban dalam meraih keuntungan. Sehingga usaha ini benar adanya akan mendatangkan untung bagi para pemainnya dan bukan sebaliknya menjadikannya kebuntungan dan malapetaka atas usaha dan kerja keras yang sudah dilakukan.

Selamat mencoba dan semoga kita semua bisa meraih berkah di hari raya qurban Iedul Adha 1432 H pada tanggal 6 November 2011 nanti.

 

Doddy Domba
Peternak Saung Domba
www.saungdomba.com

Komentar  

 
# andi 11-11-2011 08:26
trims, tipsnya betul harus di waspadai perampokan ternak qurban. di beberapa daerah seperti dayeuhkolot sudah terjaadi kasus perampokan ternak
Balas | Balas Kutipan | Kutipan
 
 
# doddy domba 11-11-2011 16:10
sama sama kang, artikel ini juga saya buat berdasarkan pengalaman yang pernah di rampok dilapak, mudah mudahan itu eruakan cobaan untuk lebih maju ya kang.... terima kasih komennya kang andi

salam peternak
doddy domba
peternak saung domba
Balas | Balas Kutipan | Kutipan
 
 
# DANI 24-11-2011 15:59
...tahun 2010 punya saya dirampok di kandang kang...udah gitu anak2 domba kecilnya dipotong lalu digantungin di tiang kandang...semoga mendapat karunia para perampoknya...
Balas | Balas Kutipan | Kutipan
 
 
# doddy domba 25-11-2011 01:05
Mas Dani,

AMien kang, setuju, susah memiliki sifat ikhlas gitu, mungkin si pencuri belun dapat hidayah, nah kita para peternak hanya bisa waspada bila hal itu terjadi mas....

Salam PEternak
Doddy domba
Peternak Saung Domba
Balas | Balas Kutipan | Kutipan
 
 
# firman 10-12-2011 10:48
asalamualaikum..saya firman
gan pngn tanya kira2 harga anak domba garut berapaan n dimana tempatnya belinya..maksih gan
Balas | Balas Kutipan | Kutipan
 
 
# dody domba 15-12-2011 19:44
SUmber anakn domba garut bisa di dapat dari sumber mas dan harganya biasanya bervariasi, kalau di liat dari mata rantai bisa di petani,pengepul , Pasar dan urutannya biasanya harganya cenderung keatas kalau karena ini mata rantai penjualan. ada satu lagi sumber mas bisa peternak biasanya harganya middle antara semua mata rantai diatas tapi hal ini karena mereka tahu domba mereka dari mana sehingga mereka tahu genitasnya, kalau masalah harga saat ini masih sangat tinggi mas firman bisa 800 dan 850, kami pun menyediakan hal ini,namun tidak bisa cepat karena kami di saung domba juga lagi memenuhi beberapa pesanan dari customer kami, terima kasih
Balas | Balas Kutipan | Kutipan
 

Tambah Komentar

Kode keamanan
Perbarui