Dalam keseharian Saung Domba menggunakan ampas tahu dalam operasionalnya, namun dalam beberapa waktu kemarin dan sampai saat ini kita sedang menggunakan pola yang menggunakan konsentrat sebagai bahan pakan ternak kita, alasan kita menggunakan konsentrat dengan beberapa pemikiran sebagai berikut :

  1. Ampas tahu memiliki kadar air yang sangat tinggi. Di mana dari hasil uji coba kami, dari 1 kg ampas tahu kami hanya mendapatkan BK (bahan kering) sebanyak 100 gram, berarti 10 % tingkat drainasenya.
  2. Dengan asumsi 40 kg ampas tahu dengan harga Rp 10.000, berarti kami mendapatkan kurang lebih berarti Rp 250 / kg, lalu jika untuk menyamakan dengan 1 kg konsentrat berarti kita harus mengkalikan 10 kg. Jadi 10 kg x Rp 250 = Rp 2.500. Dengan kata lain 1 kg BK ampas tahu yang di sinkronkan dengan konsentrat mempunyai harga Rp 2.500/kg.
  3. Pembandingan ke harga ternak kalau kita memberikan 300 gram BK setiap ternak berarti kita harus memberikan 3 kg ampas tahu dengan nilai Rp 750, sementara jika kita berikan konsentrat dengan 300 gram kita hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 600 (Rp 2.000/10 kg x 3 kg)
  4. Ketersediaan ampas tahu yang sering tidak stabil
  5. Persaingan  mendapatkan ampas tahu dengan peternak sapi dan babi
  6. Kualitas daging yang terlalu berair
  7. Bobot ternak yang mudah susut
  8. Biaya transportasi yang tinggi

Dengan asumsi diatas sekarang kami sedang mencoba untuk merubah pola pakan secara bertahap dari menggunakan ampas tahu menjadi menggunakan konsentrat sebanyak 300 gram/ekor/hari. Dari hasil sementara yang kami dapat bahwa menggunakan konsentrat memiliki beberapa hasil sebagai berikut :

  1. Ternak tidak terlihat segemuk dan sebesar waktu kami menggunakan ampas tahu
  2. Kesukaan ternak terhadap konsentrat yang jauh di bandingkan ampas tahu
  3. Harus ada ketersesdiaan air yang cukup, dimana ternak akan makan konsentrat perlahan dan minum akan mempercepat proses konsumsi konsentrat
  4. Kualitas daging lebih merah dibandingkan dengan konsentrat
  5. Ternak lebih segar dan sehat, jarang terkena penyakit
  6. Tingkat efisiensi tenaga pegawai lebih baik
  7. Ampas tahu lebih baik untuk performa namun tidak untuk kualitas daging, sehingga konsumen akhir lebih menyenangi kalau peternak menggunakan konsentrat

Itu adalah beberapa kesimpulan sementara dari pengalihan  penggunaan ampas tahu mmenjadi konsentrat. Mudah-mudahan akan banyak lagi perbaikan-perbaikan yang terjadi. Dan tentunya anda akan mendapatkan informasi mengenai perkembangan ini.

Mudah-mudahan tujuan kami penggunaan konsentrat untuk dapat beroperasional lebih efisien dan memiliki kualitas ternak yang baik akan terwujud. Kalau ada teman-teman yang memiliki pengalaman mengenai ini dan mau share ke kami, akan saya tunggu and please comment.

 

Doddy Domba
Peternak Saung Domba
www.saungdomba.com

Komentar  

 
# imran 07-10-2011 06:09
boleh tahu boss konsentrat yg di pakai berbahan apa saja?
salam
www.kambingindonesia.com
Balas | Balas Kutipan | Kutipan
 
 
# widadi 24-10-2011 05:58
Bagaimana kalo kombinasi antar konsentrat dengan ampas tahu? apakah bisa memberikan kenaikan berat yang cukup signifikan? dari segi biaya lebih efisien mana boss
http://sapikambing.blogspot.com
Balas | Balas Kutipan | Kutipan
 
 
# Abdul latif saputra 19-11-2011 16:36
Kalau boleh tau,konsentratn ya pakai campuran apa lagi?pakai ampas tahu/pakai rumput.
Balas | Balas Kutipan | Kutipan
 

Tambah Komentar

Kode keamanan
Perbarui