Doddy & Mr. Young (A humble Sheep Expert From Dutch )
Story 1 : Doddy Domba & Mr. Young
Sharing with Mr. Young, sheep expert dari belanda…
Senin tanggal 17 april 2010, akhirnya datang juga Mr Young, seorang ahli domba kambing yang sengaja datang dari belanda untuk dapat mengunjungi peternakan teman kami didit ettawa dairys farm, saung domba, peternakan pak anton dan beberapa peternakan lainnya. Sebuah kelepasan dahaga yang sangat luar biasa kami rasakan peternak-peternak muda yang banyak menaruhkan harapan dan cita-cita pada sebuah kehidupan peternakan domba.

Sudah lama kami haus sapaan dan rangkulan dari seorang ayah guru dan pembimbing yang dapat membawa kami kepada sebuah harapan yang membuat kami mampu bekerja lebih giat dan keras lagi. Selama ini kami berpikir itu adalah mimpi yang sia-sia, mimpi yang mungkin tidak akan pernah kami rasakan bahkan dari orang tua kami sendiri (Dinas Peternakan Pemerintah Indonesia) atau bahkan Dinas Perdagangan (sebagai suhu marketing kami), kemana mereka ya…? Mungkin mereka terlalu sibuk dengan urusan yang besar-besar saja sehingga kami-kami yang merupakan mur-mur kecil di sebuah mesin yang mungkin terlalu besar, sehingga kami tersembunyi dibalik bisingnya mesin besar tersebut. Mungkin memang tidak salah kalau kami tidak mendapatkan kesempatan untuk merasakan bersihnya jalan-jalan, lampu-lampu yang terang sehingga memudahkan kami untuk menjadi peternak-peternak professional yang go internasional.
Yah paling tidak hari ini ada secercah harapan yang kami dapatkan dari seorang Mr. Young, seorang expert yang rendah hati dan bersahaja. Paling tidak itu yang kami dapatkan. Kebahagiaan terpancar di wajahnya yang seakan menunjukkan kesenangannnya untuk berada di tengah-tengah kami para peternak muda, sudah hampir seminggu beliau di sini dan masih beberapa hari lagi beliau akan berdiskusi bersama kami.
Banyak sharing yang mungkin yang akan saya sharing pada story-story berikutnya. Untuk awal ini saya hanya menggambarkan sebuah kata yang menraik dari seorang Mr Young, “Still a lot of hardworking if u want to compete with new Zealand, Australia, Morocco or other sheep producers“. Yah kalau bahasa kita para peternak, beliau berkata masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita lakukan dalam memperbaiki peternakan kita untuk mengejar peternakan-peternakan besar diluar sana.
Pertemuan sederhana sore, ditemani secangkir kopi dan pemandangan indah Dairy Ettawa Farm dan udara dingin, menghantarkan sebuah pembicaraan sederhana. Mengenai keadaan peternakan di Indonesia dan di luar negeri, beberapa pernyataan yang mungkin juga berguna untuk teman-teman sekalian.
Mudah-mudahan pembahasan mengenai statement Mr. Young ini bisa menjadi bahasan di story berikutnya :
- Indonesia adalah hal baru buat dia, walaupun dia pernah datang ke Jawa Timur juga untuk perjalanan singkat, dia lumayan terkejut juga melihat sistem kandang baterai yang kita terapkan. Beliau berkata di luar sana mereka hanya menerapkan konsep merumput dan belum pernah melihat sistem kandang seperti ini.
- Beliau juga baru mengetahui penggunaan ampas tahu, singkong/kerikan singkong, kulit singkong dan beberapa pakan peternakan lainnnya di Indonesia. Di luar sana mereka lebih mengenal dengan konsep complete feed dan sistem merumput (ranch out).
- Mr. Young berkata bahwa, apapun yang terjadi rumput tetap merupakan makanan utama dari domba, karena domba adalah ternak ruminansia. Namun tetap konsentrat merupakan pakan utama yang harus disediakan peternak.
- Beliau juga mengatakan domba garut yang ada mungkin harus disilangkan dulu sehingga menghasilkan bibit-bibit yang secara pedaging jauh lebih kompetitif.
- Infrastruktur yang mungkin terlalu jauh agak menyulitkan untuk kita dan juga mengharuskan kita pemimpi peternakan bekerja lebih giat lagi. Mereka bilang di Korea mungkin peternaka akan diberikan lahan, pinjaman modal murah dan pelatihan yang gratis. Indonesia dengan bunga pinjaman yang mencapai 14 % membuat beliau tercengang.
- Pemakaian rumput yang tidak terstandarisasi juga membuat beliau merasa kita maih punya pekerjaan rumah yang sangat banyak untuk dilakukan.
- Satu hal yang membuat saya tercengang, di Australia tanah yang memang disiapkan untuk peternak hanya dijual dengan harga 50.000 rupiah per meter… dan dia terkejut dengan mahalnya harga tanah di Indonesia. Kalau masalah ini saya juga terkejut apa mending saya pindah ke Australia yah jadi bule… hahahahahah..udah tanah murah di bantu pemerintah lagi…hahahahah (hanya pikiran nakal)
Dan masih banyak lagi komentar-komentar beliau mengenai peternakan lokal di Indonesia. Yah at least, itu sebuah komunikasi sederhana yang terjadi di sore itu. Artikel berikutnya/next story saya akan share ke teman-teman mengenai another ilmu yang bisa kita dapat dari om Young the humble expert…..
Sampai ketemu di artikel berikutnya…maaf belum terlalu banyak… soalnya…..khazanah ilmu masih menunggu di sana untuk digali lebih banyak pengetahuannnya…..
Salam peternak teman-teman….
Doddy domba
Peternak Saung Domba
- Jawa Barat Memerlukan Industri Pembibitan Ternak Domba Terpadu
- Domba Termahal di Dunia Rp 3,8 Miliar
- Peneliti: Jangan Sepelekan Kecerdasan Domba
- Saudi Membuka Keran Impor Domba, Domba Garut Berpeluang!
- Kolostrum Story / Cerita Kolostrum
- Keuntungan Berternak Domba Garut
- Liga Ketangkasan Domba Garut Tingkatkan Pengembangan Pasar
- Share Saung Domba “Pupuk kandang dan pembuatannnya“
- Share Saung Domba "Pakan Hijauan Untuk Domba "
- Hebatnya Domba Garut si Domba Langka










Komentar
RSS feed untuk komentar ke posting ini