Banyak sekali teori pakan hijau ternak yang terjadi diantara petani, namun itu bukan masalah akan tetapi menjadi pengalaman dan sharing yang  bagus untuk  menjadikan  formulasi sempurna nantinya, namun pada garis merahnya sama ,

Salah satu konsep pakan hijauan ternak yang anda dan saya sering dengar adalah masalah volume atau kuantitas dari pakan hijau domba yang harus di berikan , beberapa hal yang sering di utarakan adalah  dua hal ini

1. Ternak di berikan volume pakan sebanyak 10 % dari bobot ternak

2. Ternak di berikan volume pakan sebanyak 1,5 x( 10 % x bobot ternak)

Apakah kedua hal diatas salah, tidak menurut saya, sebenarnya konsep pakan ternak sama seperti manusia, dimana semakin banyak pakan yang di berikan akan semakin membuat peluang bobot ternak naik semakin besar, bahkan kalau kita mampu kenapa tidak naikkan saja menjadi 20 atau 30 % dari bobot ternak, namun pemikiran simple diatas mungkin akan mudah dilakukan untuk ternak yang bisa dihitung dengan jari atau  di bawah 20 ekor, namun bagaimana dengan peternakan yang memiliki ternak lebih dari 500 ekor, apakah anda mampu mencari pakan terutama rumput untuk sebanyak itu, saya rasa tidak perlu saya jawab untuk itu ( dari nilai keekonomisan, ketersediaan lahan dan tenaga kerja),

Nah karena keterbatasan itu dalam upaya untuk tetap memberikan pakan yang maksimal dan dalam tahap penggemukan domba  saya agak lebih sepaham dengan komposisi 1,5 x ( 10 % x bobot ternak ), kenapa saya berpedapat demikian  karena menurut saya karena angkanya mampu kita sediakan karena tidak terlalu besar dan menurut saya  10 persen dari berat badan ternak adalah kuantitas pakan  dalam memenuhi kebutuhan tubuhnya saat ini, akan tetapi kalau tujuan kita adalah meningkatkan bobotnya tentu  kita harus menambahkan volume pakannya lebih dari sekedar kebutuhan bobotnya, jadi untuk sementara dengan keterbatasan penulis penulis lebih mengarahkan jumlah pakan 1,5 x ( 10% x bobot ternak)

Itu hanya dari volume, adalagi beberapa pendapat yang menggunakan konsep pakan Full konsentrat, menurut saya ini pun tidak salah dan ini sudah terbukti di coba dan memang bisa dan benar di lakukan , cuman dengan pemahaman yang masih sangat dangkal, pendapat  saya dalam keadaan normal setiap makhluk hidup yang di ciptakan memiliki nature/kodrat  baik dalam kehidupannya maupun makanan utamanya, kita umpamakan saja kelinci walaupun dia banyak pakan tambahan tapi yang pasti dia membutuhkan wortel untuk pakannya, atau harimau pasti membutuhkan daging untuk pakan dia, atau yang lain lagi burung pasti akan membutuhkan biji bijian sebagai pakan utama dia, dalam logic seperti itu penulis beranggapan bahwa  rumput tetap adalah pakan ternak yang harus selalu disediakan,  karena memang sang pencipta menciptakan  komposisi tubuhnya yang demikian, sehingga posisi rumput yang dima kan tenak akan memaksimalkan fungsi rumen yang dimiliki oleh ternak , jadi di asumsi saya rumput tetaplah pakan utama dan paling penting dari pakan domba,

sementara pakan lainnya bukannya tidak penting akan tetapi lebih dianggap anggap sebagai dessert dan pakan penggemuk/penguat  dengan gizi yang lebih  yang akan menambah peningkatan kualitas dan pertumbuhan ternak,

Nah itulah sharing saya  mengenai pakan dari begitu banyak pola peternakan yang ada , tapi menarik menurut saya karena perbedaan  lah yang akan membuat kita semakin pintar dan pintar lagi, jadi perbedaan tidak salah, tinggal kita belajar dan belajar lagi dari alam yang sudah menunjukkan jalannnya

Itulah sedikit mengenai pemahaman mengenai pola makan dan kuantitas dari pakan hujauan domba, namun sebagai penyambung ilmunya ada beberapa saran yang hendak saya berikan mengenai tips dalam memberikan pakan hijauan untuk ternak, antara lain

Pada intinya semua ternak menyukai pakan hijau yang segar, maka berilah ternak pakanan hijau yang segar yang mereka sukai , namun hati hati juga dalam memakai konsep ini karena ada beberapa pakan hijau yang malah diharamkan bagi kita untuk memberikannnya secara segar kepada ternak ( mohon baca literature lain mengenai hal ini) kenapa demikian tentu saja anda mempertanyakan hal ini bukan, hal, ini dilarang keras karena di beberapa pakan hijauan ternak ada yang memiliki tingkat racun dan sianida ( penyebab kembung ) yang tinggi yang merupakan penyebab utama dari kematian domba ( kembung), sehingga kita malah tidak boleh memberikan pakan ternak jenisan ini secara langsung, beberapa contoh yang mungkin bisa saya berikan :

 

  • Daung singkong dan semua yang berhubungan dengan itu ( ini juga penghasil sianida yang tinggi )
  • Daun ubi
  • Daun Glirisida
  • Rumput atau makanan yang banyak mengandung embun dan air hujan biasanya rumput yang di arit di pagi hari dan sering terena hujan ( memiliki kadar sianida dan keasaman namun ini masih cukup aman di konsumsi )
  • Masih Banyak beberapa hijauan lain ( mohon di cari literaturenya )

 

Nah ini hanyalah beberapa dari beberapa pakan hijauan ternak yang berbahaya bagi ternak, untuk itu sebelum di berikan langsung ke ternak kita harus melakukan proses terlebih dahulu ,namun  untuk teman teman yang baru belajar beternak saya tidak sarankan langsung  penggunaan singkong dan ikutannya lebih baik jangan di gunakan dan gunakanlah  pakanannn hijauan  yang aman, dan nanti setelah mengenal lebih jauh baru boleh berimprovisasi  dengan makanan makanan ini, nah tips dan triknya untuk menurunkan tingkat sianida pada pakanan ini ada beberapa cara spt:

 

  • Dilayukan / dibiarkan semalaman
  • Di jemur di matahari untuk 2-4 Jam
  • Penyimpanan pakan setelah diproses usahakan tidak terkena embun dan air hujan karena ini juga meningkatkan sianida

 

Oke itu dulu share kita untuk hari ini mudah mudahan bermanfaat, mohon maaf kalau dalam share ini sangat subjektif dan hanya dari pengalaman beternak saya di saung domba yang masih tergolong masih sangat junior, untuk itu kalau ada masukan dari teman teman mohon jangan ragu untuk share

 

Salam Hormat

Dodi

Peternak Saung Domba

 

Komentar  

 
# vania 18-10-2011 11:09
mas, apakah daun akasia aman untuk pakan ternak ? :-)
Balas | Balas Kutipan | Kutipan
 
 
# doddy domba 18-10-2011 21:52
Dear Vania, terus terang mungkin karena keterbatasan ilmu , jadi saya belum pernah mempraktekkan menggunakan Akasia sebagai pakan ternak, yang umum di gunakan biasanya lamtoro, gliricida, turi, albesia, kaliandra,sirat ro., kacang kacangan, kacang tanah,kacang. namun kalau ada teman teman yang pernah menggunakan please advise... maaf ndak bisa menjawab semua pertanyaan vina

Regards
Doddy Peternak Saung Domba
Balas | Balas Kutipan | Kutipan
 
 
# yossep 16-03-2012 20:02
assalamualaikum kang doddy...
maaf mo tanya yg disebut daun glirisida itu apa y..klo tau istilah sundanya apa?
terimakasih....
Balas | Balas Kutipan | Kutipan
 

Tambah Komentar

Kode keamanan
Perbarui